Skip to main content

3 Komponen Elektronika Aktif Beserta Penjelasannya

Komponen elektronika aktif

PALINGUNTUNG.COM – Jika Anda berminat atau hobi dibidang elektronika dan ingin lebih paham, pengetahuan seputar komponen Elektronika Wajib Anda kuasai. Bagaimana tidak setiap rangkaian pasti tersusun dari berbagai macam komponen mulai dari Komponen elektronika aktif maupun Pasif. Tanpa penguasaan pengetahuan komponen saya yakin nantinya akan menemui kesulitan.

Secara garis besar dari semua komponen elektronika yang ada jika diliihat dari cara kerjanaya terbagi menjadi dua yaitu komponen elektronika aktif dan komponen elektronika Pasif. Perbedaan yang paling mendasar dari keduanya adalah pada komponen elektronika aktif butuh arus listrik agar bisa bekerja sedangkan komponen pasif tidak.

Nah...agar pembahasannya lebih fokus pada kesempatan kali ini saya akan berbagi inforamsi komponen apa saja yang masuk kategori komponen elektronika aktif. Informasi selengkapnya silahkan lihat penjelasan dibawab ini:

3 Komponen Elektronika Aktif

1.Dioda

Bahan pembuat dioda adalah germanium atau silikon. Apabila germanium atau silikon diberi kotoran alumunium maka akan menghasilkan bahan semikonduktor jenis P namun apabila germanium atau silikon diberi kotoran fosfor maka akan menghasilkan bahan semikonduktor jenis N.

Jika bahan semikonduktor jenis P dan jenis N digabungkan maka jadilah Dioada. Setiap dioda memiliki 2 elektroda atau Kaki yaitu Anoda dan Katoda.

Dipasaran sendiri ada beberapa jenis dioda seperti dioda penyearah, LED (light emiting diode) atau Dioda Zener. Jenis dioada yang paling banyak digunakan adalah Dioda Penyearah (Rectifer) karena perangkat elektronika kebanyakan menggunakan power supply baik yang memakai trafo inti besi maupun yang inti ferit (Ac Matic).

Dioda ini bisa mengalami kerusakan penyebabnya misalnya mendapatkan arus maju yang terlalu besar atau tegangan balik yang terlalu tinggi.

Cara mengetes apakah sebuah dioda masih baik atau tidak bisa menggunakan Multimeter. Jika kaki katoda dihubungkan dengan kabel merah multimeter dan kabel hitam ditempelkan ke Anoda kemudian jarum bergerak berarti Dioda masih baik jika tidak berarti Rusak.

Bisa juga dibalik kabel merah dihubungkan dengan anoda dan kabel hitam ke katoda, jika jarum bergerak berarti dioda bocor jika tidak berarti masih bagus.

2.Transistor

Bahan pembuatnya sama dengan Dioda sehingga termasuk komponen semikonduktor hanya saja Transistor memiliki 3 Elektroda (Kaki) yang dinamakan Basis, Kolektor dan Emitor. Jika dilihat dari bahan pembuatnya transistor dibagi menjadi 2 jenis yaitu Transistor PNP dan Transistor NPN.

Karena termasuk komponen aktif dalam pemasangannya harus sesuai dengan konstruksinya dalam rangkaian artinya kaki basis harus dimasukkan ketempatnya tidak boleh tertukar dengan kaki lainnya misalnya seharusnya kaki Basis tapi dimasukkan kaki emitor.

Untuk menentukan secara akurat kakinya bisa dicek menggunakan multimeter. Kesalahan dalam menentukan kaki ini bisa berakibat pada kerusakan transistor.

3.IC ( Integrated Circuit)

IC adalah komponen elektronika dasar yang tersusun atas resistor, transistor dan lain-lain dan kerap kali dipakai sebagai otak peralatan elektronika seperti Televisi, Audio Hi Fi, Home Theater hingga komputer.

IC yang paling kompleks terdapat pada komputer yang biasa disebut sebagai mikroprosesor. Perlu Anda ketahui Dalam sebuah mikroprosesor Intel Pentium 4 terdapat sampai 125 juta transistor, belum termasuk komponen lain.

Jika dilihat dari sisi Teknik Pembuatannya atau cara Manufakturingnya, IC terbagi menjadi 3 jenis yakni:

1.IC Monolitik (Monolithic IC) 

IC jenis ini mengintegrasikan Komponen Pasif dan Komponen Aktif dalam sebuah chip tunggal Silikon sebagai bahan semikonduktornya. Konsep Manufaktur IC Monolitik ini mampu menghasilkan IC yang mempunyai keandalan yang cukup tinggi dengan ongkos produksi yang lebih hemat. Jenis IC Monolitik dapat ditemukan pada rangkaian televisi, amplifier, regulator dan penerima AM (FM).

2.Thin and Thick Film 

IC yang satu ini memiliki komponen pasif dan aktif yang relatif besar dibandingkan dengan IC Monolitik. Hal ini bisa terjadi karena hanya komponen pasif (resistor dan kapasitor) yang bisa digabungkan pada wafer IC sedangkan komponen aktif seperti Transistor dan Dioda tidak dapat di integrasikan sehingga harus dihubungkan dengan cara terpisah yang membentuk rangkaian tersendiri di dalam kemasan IC

Thin Film IC dan Thick Film IC mempunyai sifat dan bentuk yang tidak jauh berbeda, perbedaannya hanya terletak pada proses pembentukan komponen pasifnya. Thin Film IC menggunakan teknik penguapan atau teknik katoda-sputtering sedangkan Thick Film IC menggunakan teknik Sablon.

3.IC Hybrid atau IC Multi-chip

 IC jenis Hybrid merupakan rangkaian elektronik miniatur yang dibuat dari perangkat individual, contohnya perangkat semikonduktor dan komponen pasif yang terikat pada sebuah substrate atau printed circuit board (PCB).

Demikianlah informasi seputar 3 Komponen Elektronika Aktif Beserta Penjelasannya Semoga bisa menambah pengetahuan Anda dalam bidang elektronika. Salam satu Hobi!
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar